Investor legendaris Lo Kheng Hong, yang sering dijuluki “Warren Buffett-nya Indonesia”, bersiap menerima pembagian dividen dari empat emiten perbankan pasca-liburan Lebaran 2025. Sektor perbankan memang menjadi salah satu andalan dalam portofolio investasinya, dan kali ini ia kembali menikmati hasil dari kepiawaiannya memilih saham.
Menjelang libur Lebaran 2025, Lo Kheng Hong telah mendapatkan kabar baik terkait pembagian dividen tahun 2025 yang bersumber dari kinerja emiten pada tahun buku sebelumnya. Salah satu saham yang memberinya keuntungan adalah PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP). Berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Bank OCBC NISP akan membagikan dividen sebesar Rp2,43 triliun dari hasil kinerja tahun buku 2024. Dengan demikian, pemegang saham yang memenuhi syarat akan menerima dividen sebesar Rp106 per lembar saham.
Lo Kheng Hong mengonfirmasi bahwa ia masih tercatat sebagai salah satu pemegang saham NISP. Hingga akhir Januari 2025, kepemilikannya mencapai 122.079.700 lembar saham atau setara dengan 0,53% dari total saham yang beredar. Dividen ini menjadi salah satu dari sekian banyak keuntungan yang ia peroleh dari investasi jangka panjangnya di sektor perbankan.
Dengan strategi investasi yang matang dan kesabaran dalam menunggu hasil, Lo Kheng Hong kembali membuktikan mengapa ia dianggap sebagai salah satu investor tersukses di Indonesia. Pembagian dividen ini semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama di pasar saham domestik.
Dikutip dari Bisnis pada Kamis (20/3/2025), “Lo Kheng Hong menegaskan bahwa tidak ada perubahan dalam kepemilikan sahamnya di Bank OCBC NISP Tbk (NISP).” Jika jumlah saham yang dimilikinya tetap bertahan hingga cum date, investor kondang ini diproyeksikan akan menerima dividen sebesar Rp12,94 miliar dari emiten tersebut.
Pembagian dividen NISP rencananya akan dilaksanakan pada 17 April 2025. Namun, NISP bukan satu-satunya sumber pendapatan dividen Lo Kheng Hong di sektor perbankan. Ia juga akan menikmati bagi hasil dari portofolio lainnya, yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI).
BRI baru saja menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Senin (24/3/2025) dan memutuskan pembagian dividen sebesar Rp51,74 triliun, atau setara Rp343,40 per saham. Sebelumnya, emiten plat merah ini telah membagikan dividen interim sebesar Rp135 per saham pada Desember 2024. Dengan demikian, pemegang saham yang berhak akan menerima tambahan dividen sebesar Rp208,40 per lembar pada pembagian tahap akhir tahun 2025.
Keputusan BRI membagikan dividen besar-besaran menjadi kabar gembira bagi para investor, termasuk Lo Kheng Hong. Investor legendaris ini mengungkapkan bahwa saat ini ia memegang 64,63 juta lembar saham BBRI.
Lo Kheng Hong Tambah Pundi-pundi Dividen dari Bank Danamon dan Bank Mandiri
PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) menjadi salah satu sumber pendapatan terbarunya, setelah memutuskan pembagian dividen sebesar Rp1,11 triliun atau Rp113,85 per lembar saham dari hasil kinerja tahun buku 2024.
Proses pembagian dividen BDMN akan dimulai dengan periode cum dividen pada 9 April 2025 di pasar reguler dan negosiasi, sementara pencairan dana dijadwalkan pada 24 April 2025. Sebagai salah satu pemegang saham utama, Lo Kheng Hong tercatat memiliki 20,32 juta lembar saham atau setara 0,2% kepemilikan per akhir Februari 2025, menempatkannya di posisi lima besar pemegang saham. Dengan kepemilikan tersebut, investor yang dijuluki Warren Buffett-nya Indonesia ini berpotensi menerima sekitar Rp2,31 miliar.
Tidak hanya Bank Danamon, raja investasi Indonesia ini juga akan menikmati bagi hasil dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI). Meski mengaku tidak menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank Mandiri pada 25 Maret 2025, Lo Kheng Hong mengkonfirmasi bahwa ia tetap memegang saham emiten BUMN tersebut.
Dalam RUPST tersebut, Bank Mandiri memutuskan pembagian dividen sebesar 78% dari laba bersih 2024 yang mencapai Rp55,78 triliun, atau setara Rp43,51 triliun yang akan dibagikan kepada pemegang saham. Besaran dividen per lembar saham ditetapkan Rp466,18, dengan jadwal pembayaran pada 23 April 2025. Meski Lo Kheng Hong tidak merinci jumlah kepemilikannya di BMRI, dividen ini tentu akan menjadi tambahan signifikan bagi portofolio investasinya.
Dengan rangkaian pembagian dividen dari empat bank ternama (NISP, BRI, BDMN, dan BMRI) dalam bulan April 2025, Lo Kheng Hong kembali membuktikan keunggulan strategi investasinya yang berfokus pada saham-saham fundamental kuat dengan kinerja keuangan solid. Pendekatan investasi jangka panjangnya konsisten memberikan hasil yang menguntungkan, memperkuat posisinya sebagai salah satu investor paling sukses di pasar modal Indonesia.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan rekomendasi investasi.