Bitcoin Kesulitan Bertahan di $84.000 di Tengah Ketidakpastian Pasar Global

3 Min Read

Bitcoin sempat melampaui angka $84.000 hari ini, memberikan harapan akan pemulihan sentimen pasar. Namun, kekhawatiran mengenai aksi jual saham global dan kebijakan tarif AS masih membebani kepercayaan investor.

Menurut data dari CoinGecko, Bitcoin turun 0,8% dalam 24 jam terakhir dan saat ini diperdagangkan di $82.987,32. Secara bulanan, cryptocurrency ini telah merosot 6,5% dan masih sekitar 23% di bawah rekor tertingginya di atas $109.000 yang dicapai pada 5 Desember 2024.

Platform prediksi pasar Myriad menunjukkan bahwa 74% pengguna saat ini tidak yakin Bitcoin dapat kembali menembus $84.000 pagi ini, meskipun sentimen lebih optimis beberapa jam sebelumnya.

Sementara itu, Crypto Fear & Greed Index menunjukkan perbaikan dari “Extreme Fear” menjadi “Fear,” setelah berada di tingkat ketakutan ekstrem selama sebagian besar bulan lalu. Indeks ini mengukur sentimen pasar berdasarkan tren media sosial dan volatilitas pasar.

Meski begitu, investasi institusional masih tampak hati-hati, dengan aliran dana keluar dari Bitcoin ETF dalam beberapa hari terakhir. Data dari Farside Investors menunjukkan bahwa $99,8 juta keluar dari ETF Bitcoin utama kemarin, mengindikasikan ketidakpastian yang masih berlanjut di kalangan investor besar.

Masa Depan Bitcoin Bergantung pada Kebijakan Ekonomi dan Geopolitik

Analis memperkirakan pergerakan harga Bitcoin dalam waktu dekat akan sangat dipengaruhi oleh persepsi investor terhadap kondisi ekonomi global dan risiko geopolitik.

“Pergerakan besar Bitcoin berikutnya akan ditentukan oleh geopolitik, perubahan kebijakan, serta apakah trader melihat Bitcoin sebagai aset berisiko atau tempat perlindungan,” kata Rachael Lucas, analis kripto dari BTC Markets, kepada Bloomberg.

Sebelumnya dianggap sebagai aset safe haven seperti emas, kini Bitcoin semakin berperilaku layaknya saham teknologi. Beberapa analis percaya bahwa pertumbuhan ETF Bitcoin menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan perubahan ini.

Selain itu, faktor makroekonomi AS juga dapat memainkan peran penting dalam menentukan arah Bitcoin ke depan. Jamie Coutts, Kepala Analis Kripto di Realvision, tetap optimis terhadap Bitcoin pada 2025, tetapi memperingatkan bahwa cryptocurrency ini berada dalam “permainan ayam” dengan kebijakan bank sentral.

“Bitcoin seperti sedang bermain adu keberanian dengan bank sentral,” ujar Coutts. Ia menyoroti peningkatan jumlah uang beredar di AS, penurunan suku bunga, serta pelemahan dolar AS sebagai faktor risiko yang dapat mempengaruhi performa Bitcoin dalam beberapa bulan mendatang.

Dengan pasar global yang masih penuh ketidakpastian, kemampuan Bitcoin untuk kembali menguat kemungkinan besar akan bergantung pada tren makroekonomi dan sentimen investor terhadap aset berisiko.

Share This Article