Empat emiten yang tergabung dalam grup konglomerasi Prajogo Pangestu akan melaksanakan program pembelian kembali saham (buyback) di pasar modal. Keempat perusahaan tersebut adalah Barito Renewables Energy Tbk (BREN), Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan Barito Pacific Tbk (BRPT), dengan total alokasi dana buyback mencapai Rp5 triliun.
Aksi buyback ini dilaksanakan tanpa memerlukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan sebagian besar direncanakan selesai sebelum akhir semester I/2025. Tujuan utama dari pembelian kembali saham ini adalah untuk menstabilkan pasar serta mempertahankan kepercayaan investor. Berikut rincian rencana buyback dari masing-masing emiten:
1. BREN Alokasikan Rp2 Triliun untuk Buyback
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) mengumumkan rencana buyback saham senilai maksimal Rp2 triliun, setara dengan 0,2% dari total saham beredar. Dana yang digunakan berasal dari kas internal perusahaan tanpa mengganggu operasional.
Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen BREN menyatakan bahwa program ini akan berlangsung selama tiga bulan, mulai 24 Maret hingga 23 Juni 2025. BNI Sekuritas ditunjuk sebagai pelaksana transaksi di pasar.
BREN memastikan bahwa buyback tidak akan berdampak negatif pada kinerja perusahaan, mengingat ketersediaan laba dan arus kas yang memadai. Selain itu, perusahaan tetap mematuhi ketentuan free float sesuai regulasi yang berlaku.
2. TPIA Siapkan Rp2 Triliun untuk Beli Kembali 250 Juta Saham
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mengalokasikan Rp2 triliun untuk membeli kembali 250 juta saham atau sekitar 0,29% dari total saham beredar. Program ini akan dilaksanakan pada periode 21 Maret hingga 20 Juni 2025, dengan harga maksimal Rp10.000 per saham.
Dana buyback bersumber dari kas internal dan tidak mengganggu operasional maupun rencana ekspansi perusahaan. Saham yang dibeli akan dicatat sebagai treasury stock. Jika dalam tiga tahun saham tersebut belum dialihkan, perusahaan wajib melakukan penjualan dalam dua tahun berikutnya.
Manajemen TPIA menegaskan bahwa langkah ini bertujuan menjaga stabilitas harga saham dan meningkatkan kepercayaan investor, sekaligus memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan modal jangka panjang.
3. CUAN Gelontorkan Rp500 Miliar untuk Stabilisasi Pasar
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) berencana membeli kembali saham senilai Rp500 miliar, setara dengan 0,556% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Program buyback akan berjalan mulai 24 Maret hingga 24 Juni 2025, dengan dana berasal dari kelebihan kas internal.
Kebijakan ini merujuk pada POJK No. 13/2023 serta surat OJK mengenai buyback di tengah fluktuasi pasar. Manajemen CUAN menekankan bahwa aksi ini tidak akan memengaruhi kondisi keuangan perusahaan dan tetap mempertimbangkan harga wajar sesuai mekanisme pasar.
4. BRPT Alokasikan Rp500 Miliar untuk Buyback
PT Barito Pacific Tbk (BRPT) juga akan melakukan buyback senilai Rp500 miliar, mencakup maksimal 0,7% dari total saham beredar. Periode pelaksanaannya berlangsung dari 24 Maret hingga 23 Juni 2025, dengan pendanaan dari kas internal.
Perusahaan memastikan bahwa program ini tidak akan mengganggu operasional dan tetap mematuhi ketentuan free float serta batasan buyback sesuai POJK 13/2023. Manajemen BRPT menyatakan bahwa arus kas yang tersedia cukup untuk mendukung kegiatan ini tanpa dampak negatif terhadap kinerja perusahaan.
Dengan total alokasi Rp5 triliun, keempat emiten ini menunjukkan komitmen dalam menjaga stabilitas pasar dan kepercayaan investor di tengam kondisi ekonomi yang dinamis.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan rekomendasi investasi.