Bybit mengumumkan penghentian operasi pasar NFT-nya, menjadi perusahaan kripto terbaru yang meninggalkan sektor aset digital yang pernah digemari. Keputusan ini juga terkait dampak peretasan yang dialami Bybit lima minggu lalu.
Dalam pernyataan resmi pada 1 April, bursa kripto tersebut menyatakan akan menghentikan layanan NFT Marketplace, Inscription Marketplace, dan laman produk IDO sebagai bagian dari upaya penyederhanaan layanan. Platform ini akan berhenti beroperasi pada 8 April, dan pengguna disarankan untuk mengelola aset mereka sebelum batas waktu tersebut.
Penghentian ini terjadi setelah Bybit menjadi korban peretasan pada Februari lalu dengan kerugian mencapai $1,4 miliar—peretasan kripto terbesar sejauh ini. FBI menyatakan bahwa serangan ini didalangi oleh Korea Utara.
Bybit bukan satu-satunya yang menutup pasar NFT-nya. Beberapa perusahaan besar di industri ini juga telah mengambil langkah serupa. Pekan lalu, pasar X2Y2 mengumumkan akan menghentikan operasinya setelah mencatat volume perdagangan sebesar $5,6 miliar sepanjang sejarahnya.
“Penurunan 90% volume perdagangan NFT dari puncaknya pada 2021 menjadi salah satu alasan utama,” tulis X2Y2 dalam pernyataannya. “Namun yang terpenting, pasar NFT hidup atau mati bergantung pada efek jaringan. Kami berjuang keras untuk menjadi nomor satu, tetapi setelah tiga tahun, jelas ini saatnya untuk melanjutkan ke hal baru.” X2Y2 menyatakan akan beralih ke pengembangan AI.
Sebelumnya, Kraken juga menutup pasar NFT-nya pada 27 Februari, dengan alasan realokasi sumber daya untuk “produk dan layanan baru.” Sementara itu, RTFKT, yang dimiliki oleh Nike, menghentikan operasinya pada Januari setelah nilai koleksi NFT-nya anjlok.
Bahkan LG, raksasa elektronik asal Korea Selatan, berencana menutup platform NFT-nya, LG Art Lab, pada 17 Juni mendatang. Perusahaan menyatakan bahwa “ini saat yang tepat untuk mengalihkan fokus dan mengeksplorasi peluang baru.”
Pasar NFT, yang pernah dianggap sebagai terobosan revolusioner dalam seni digital dan kepemilikan aset, terus kesulitan pulih dari “musim dingin kripto.” Harga koleksi NFT yang dulu bergengsi kini merosot tajam.
Misalnya, CryptoPunks termurah saat ini diperdagangkan seharga 42,59 ETH, turun hampir 66% dari rekor tertingginya di Agustus 2021 (125 ETH). Sementara itu, Bored Ape Yacht Club (BAYC) mengalami penurunan lebih parah—harganya anjlok 90% dari puncaknya pada Mei 2022 (153,7 ETH) menjadi hanya 15,35 ETH saat ini.
Dengan tren ini, masa depan NFT semakin dipertanyakan, sementara perusahaan-perusahaan besar beralih ke sektor lain seperti AI dan layanan digital baru.