Di tengah dimulainya era superholding Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), bank-bank milik negara yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) mencatatkan kenaikan signifikan dalam pembagian dividen kepada pemegang saham, termasuk kepada pemerintah sebagai pemilik mayoritas saham.
Sebelum libur Lebaran, beberapa bank BUMN telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan menyepakati pembagian dividen dari laba tahun buku 2024.
Bank Rakyat Indonesia (BBRI) Mencatat Lonjakan Dividen
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) mengalokasikan dividen sebesar Rp51,74 triliun, atau Rp343,40 per saham, dari laba bersih 2024. Rasio pembagian dividennya mencapai 85,32%, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 80% dengan nilai Rp48,1 triliun.
Sebagai pemegang saham utama dengan kepemilikan 53,19%, pemerintah menerima dividen sebesar Rp27,52 triliun pada 2024, naik dari Rp25,71 triliun di tahun sebelumnya.
Bank Mandiri (BMRI) Tingkatkan Rasio Pembagian Dividen
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) membagikan dividen sebesar Rp43,5 triliun, atau Rp466,18 per saham, dengan rasio 78% dari laba bersih. Angka ini lebih tinggi dibandingkan tahun 2023 yang sebesar Rp353,95 per saham dengan rasio 60%.
Darmawan Junaidi, Direktur Utama Bank Mandiri, menyatakan bahwa keputusan ini mencerminkan dukungan pemegang saham terhadap ekspansi bisnis perusahaan.
Dengan kepemilikan saham pemerintah sebesar 52%, setoran dividen BMRI ke negara naik dari Rp17,17 triliun (2023) menjadi Rp22,62 triliun (2024).
Bank Negara Indonesia (BBNI) dan Bank Tabungan Negara (BBTN) Juga Alami Kenaikan
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) mencatat dividen sebesar Rp13,95 triliun (Rp374,05 per saham) dengan rasio 65% dari laba bersih. Pemerintah, sebagai pemegang 60% saham, menerima Rp8,37 triliun, meningkat dari Rp6,27 triliun di tahun sebelumnya.
Sementara itu, PT Bank Tabungan Negara Tbk. (BBTN) membagikan dividen Rp751,83 miliar (Rp53,57 per saham), dengan rasio naik dari 20% (2023) menjadi 25% (2024). Negara menerima Rp451,09 miliar, lebih tinggi dari Rp420,11 miliar sebelumnya.
Total Dividen Himbara ke Negara Tembus Rp58,96 Triliun
Secara keseluruhan, dividen yang disalurkan Himbara ke pemerintah pada 2024 mencapai Rp58,96 triliun, meningkat 18,94% dibandingkan tahun sebelumnya (Rp49,57 triliun).
Kenaikan ini sejalan dengan peluncuran BPI Danantara pada 24 Februari 2025, yang ditandai dengan pengesahan UU No. 1/2025 tentang perubahan ketiga UU BUMN. Kehadiran Danantara bertujuan mengoptimalkan pengelolaan BUMN, termasuk dividen dan investasi, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sesuai target pemerintah.
Sebagai sovereign wealth fund, Danantara diharapkan dapat memperkuat peran BUMN dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang ditargetkan mencapai 8% di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.